Nasib Sang Pujangga


Syairku tak lagi indah

Sajakku pun banyak yang patah patah

Aksaraku Melemah

Ideku sekedar Bait tak Merekah

 

Kosong….Ruang Imajinasiku Hilang

Tiada berkas yg singgah tuk ku kupas

Semua hilang tanpa bekas

Melemah dalam semangat yg Merah

 

Aku berhenti di ujung titik….dan kembali di satu titik

Bukan tentang kamu juga bukan tentang dia

Semua hanya tentang Maya

Yang kini tiada lagi kan berMakna

 

Aku Pujangga yang terBuang

Tertutup oleh kelam Kehidupan

Berlalu dalam hembusan Malam

Sembunyi di balik Awan hitam

 

Aku Pujangga yang terLupakan

Datang hanya membawa kan karya usang

Menghilang tanpa Kenangan dan Kesan

Ada….. tiada yang Memandang.

 

Begitulah Nasib sang pujangga nan malang

Hidup hanya sebatas Mengarang

Berkelana Demi sebuah Pengalaman

Di Kenang tak di kenang dia hanya sebatas berKarya.

About efriawan

Qu dengan hidup ku, dan mereka dengan hidup merka sendiri . . . .

Posted on 19 Juni 2012, in Artikel Kehidupan, Dear Diary, Puisi Kehidupan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: