menapaki kerinduan


ketika sinar rembula pucat

sesosok rindu tanpa sayap

terbang ke langit malam

 

gelap mata

gelap hati

membuat ia lupa dimana tempat bersinggah

gelap malam menghapus ka arah dan tujuan

 

sementara,

dingin sunyi menjadi saksi

jiwa-jiwa yang menggigil

terperosok ke curuk jurang malam

 

dalam,

sedalam hati mu

 

debur ombak di pantai barat menghantam jiwa ku

tapi tak mampu goyah kan sepi

sapaan angin mengajak kabut dingin

menyusupi pori-pori

merontok kan tulang

 

sepi tanpa keheningan

sunyi dalam kebisuan

di situ aku terdampar sendiri

menapaki kerinduan
wahai sahabat . .. .

About efriawan

Qu dengan hidup ku, dan mereka dengan hidup merka sendiri . . . .

Posted on 9 November 2011, in Artikel Kehidupan, Dear Diary, Puisi Kehidupan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: